FORM TANYA DAN PESAN BUKU
Selasa, 13 April 2010
Jumat, 09 April 2010
Pengarang Komik Jepang Favourite
1. Appare Jipangu seri 1-3
2. Arata Kangatari
3. Imadoki
4. Pajama wish
5. Shinshunki Miman Okotowari 1-3 tamat
6. Watese Yuu's Manga Manual Manga Yuugi
7. The God From Heaven seri 1-2 (komik bekas)
8. Sand of suna
9. Alice 19th

ありす19th, Arisu Naintīnsu
a Japanese manga written by Yuu Watase (creator of the popular manga series Ceres, Celestial Legend and Fushigi Yūgi), appeared in serialized form in the manga magazine Shōjo Comic.
As with many of her previous works, Watase wrote Alice 19th as a shōjo manga; but unlike her previous works, which showed a strong influence of Chinese culture and history, Alice 19th has a distinctly Western feel to it.
The heroine's name, "Alice", and her encounter with a white rabbit (Nyozeka) basically starts the storyline; this probably references Lewis Carroll's Alice's Adventures in Wonderland.
From 2007 Viz Media released Alice 19th in English. The series, which is published in the traditional right to-left format with foot-noted sound effects, includes a total of seven volumes.
10.Epotoransu! Mai 1-2
Yu Asagiri
1. Adventure seri 1-3

2. Album Kenangan

3. Alice's Time
4. Apple Dream seri 1-3

5. Cash Connection

6. Greatman
7. I Love Boy seri 1-5
8. Kakakku Sayang
9. Love seri 1-4
10. Luna In The Blue Space
11. Min-Min
12. Seven Magic Flower seri 1-6 13. Salamander
14. Panic

15.Spirit Of Kodemari
16. Sun Flower
17. Woman's Miracle
18. Zodiac Love
Michiyo Akaishi
1. Alpen Rose 1-9
Alpen Rose (アルペンローゼ, Arupen Rōze) is a shōjo manga series created by Michiyo Akaishi. The story was adapted into an anime by Tatsunoko Productions in 1985, with character designs by Akemi Takada.
2. ALTO 1-4
3. Bunga-Bunga Cinta 1-4
5. Half Moon 1-6
6. Setinggi Langit dan Bintang 1-8
7. Video J 1-3
Takashi Maekawa
1. A.S Animal Sense
2. Kungfu Boy Legend
3. Kungfu Boy
4. New Kung Fu Boy
5. Break Shot
Aoyama Gosho
1. Detektif Conan
2. Detektif Conan Spesial
3. Yaiba
Yoko Shoji
1. Pop Corn
2. Darling Knights
3. Flying Buble
4. Putri Gaia
5. Okita in Memories
.................................... to be continue
Rabu, 21 Mei 2008
KOLEKSI KOMIK
SORRY IT's NOT FOR SALE :)
for this moment
KOLEKSI KOMIK DALAM BAHASA INDONESIA
KOMIK EROPA / KOMIK INDONESIA / KOMIK JEPANG
TAHUN 1960 - 1990-AN
++ KOMIK EROPA ++
1. TARZAN - EDGAR RICE BURROUGHS
ILLUSTRASI :HADRIAN
PENERBIT : TB MARANATHA
* TARZAN & KURDU KHAN

* BADAK EMAS (THE GOLDEN RHINOS)

* DI NEGRI ORANG BUNDAR (THE ONONOES)
* PARIT INTAN (THE DIAMOND OF PROMISE)

* TARZAN VS BATMAN

TARZAN VS CYCLOPS
* MATINYA KALA

* KABIN LORD GREY STOKE

* RAJA RIMBA
TH 1979
KONTRA BANDIT-BANDIT KOTA
EDGAR RICE BURROUGHS
KOMIK SPECIAL CYPRESS

2. ARAD DAN MAYA
ILLUSTRASI : JAN STEEMAN
CERITA : LO HARTOG VAN BANDA
PENERBIT : OBERON BV / GRAMEDIA
* 1. BERTUALANG KE BUMI
* 3. TEKA TEKI PLANET PELANGI
PENERBIT : INDIRA
* KELUCUAN KWIK DAN FLUPKE NO. 2
SURAT WASIAT TN POMPA
POPOL DAN PIPIT
SUKU LAPINOS

TINTIN
KOMIK BESAR :
HARTA KARUN RACHKAM MERAH
NEGERI EMAS HITAM

TINTIN DI TIBET

TINTIN DI AMERIKA

TINTIN Dan PICAROS
TINTIN JERUK BIRU

EDISI BARU (KECIL-GRAMEDIA)
TINTIN DI SOVYET
TINTIN KUPING BELAH
CERUTU SANG FARAOH
TONGKAT RAJA OTTOKAR
TINTIN DI KONGO
LOTUS BIRU

TINTIN DI AMERIKA
PENERBIT : AYA MEDIA
JOHAN DAN PIRLOUT
3. CINCIN KELUARGA MEREBENGER
8. PANAH HITAM
1. TAXI - TAXI MERAH
16. ANAK NAGA SMURF
** TELE SMURF
1. SUPERSMURF
2. PUTRI YANG MANJA
5. TABIB PALSU
NO.1
7. SERI JANGGUT MERAH
CERITA : JEAN-MICHEL CHARLIER
PENERBIT : INDIRA
1. HANTU LAUT KARIBIA
4. PENANTANG RAJA
5. PEMBERONTAKAN DI SAMUDRA
6. KAPAL HANTU
7. PULAU MATI
9. AKHIR SI ELANG
10. HIDUP ATAU MATI

11. HARTA KARUN SI JAGGUT MERAH
12. MISI RAHASI BURUNG ELANG
13. PERTOLONGAN SI JANGGUT MERAH
15. RAJA BANGSA MOOR
16. TAWANAN BANGSA MOOR
17. KAPAL NERAKA
1. KONTRAK PALSU
2. YAKARI DAN NANABoOZO
10. 3 CEWEK BADUNG
1. MUDA MUDI TRENDI
11. NINA *
01.Paula sbg dewi pahullah
02.Istana kelelawar
03.Hany dan hantu gunung

04.Anya petaka disebuah desa

05.Wena si penyihir

06.Mariska gadis super dari angkasa luar
07.Anita dan alat pemintal tua
08.Teka teki sebuah boneka

09.Rahasia tongkat kerajaan
11.Marta gadis angsa
12.Sonya
13.Monika rahasia paman robert
14.Epona penunggu lembah kuda putih
15.Monika misteri pondok bendi
16.Linda teka teki seorang cucu
18.Marta gadis hutan rawa
21.Harry si nOMOr 1
26.Peggy dan Jeroen hanya kau seorang
28.Marini kutukan air biru
29.Anya sebatang kara
30.Dalam cengkraman sebuah bros
31.Apung dan aku
32.Marsela anak sirkus
33.Lusi tanpa teman
34.Sonya dan pelatih misterius
36.Tineke irama nan mempesona
37.Olimpia anak Papa
38.Bunga-bunga tulip

39.Tineke perebutan piala pewaris
40.Myra penyanyi misterius

41.Kimmy ratu tanpa mahkota
42.Wanda Wendi dimana kau

43.Burung-burung gagak
44.Lusi kembang hutan
45.Kirsten sisirlah rambut pirangmu

46.Claudia dan marcella ayo menari bersamaku
47.Segalanya demi taufan

48.Si kembar dari puri
49.Peggy dan jeroen
50.Gadis yang kubenci

51.Holle bolle bella
52.Pengawal dewa thor
53.Angelika bayang bayang bintang
54.Gelang jimat berbandul

55.Petualangan Ella

56.Eva dimanakah keluargaku
59.Gadis tengah malam
68.Misteri boneka Petra 
69.Dendam sang angsa
70.Srigala di malam buta

71.Marlin penari misterius
72.Irma mengapa aku diusir
73.Meta pencurian tak terduga

74.Si bunga putih

77.Dihantui bayangan
78.Itik si buruk rupa
79.Duska dan Don
80.Belinda si kutu buku
81.Anak angsa kelima
82.Agnes tak akan berdusta lagi

83.Teka teki sebuah lukisan
84.Anya dendam seorg profesor
91.Anita ratu malam
95.Nanet bintang tenis meja
98.Daun-daun berguguran
99.Lotta ancaman di asrama
100.Tina cermin waktu
101.Fransin wisata rahasia
102.Marika penunggu rumah martin
103.Veronika dia yg diabaikan
104.Carolin misteri karang hantu

105.Chrissi menguak tabir rahasia

106.Elisa tarian di sinar rembulan
113.Lagi-lagi si anabel
114.Dalam cengkraman lemingga
115.Siasat pia dan ferdinand
116.Misteri rumah tua
117.Layang-layang untuk Mischa
118.Leoni gadis yang tertinggal
119.Emas untuk Miranda
120.Lagu si Bob
121.Stefani yag berhati batu
122.Si licik berambut hitam
123.Pengalaman Hanna
124.Lusi kebakaran di riviera
125.Tina putri duyung
126.Monika penjinak singa

127.Isyarat dari masa lampau
128.Marta dan dogi
129.Tania kesetiaan sahabat
135.Teman buat linda
136.Tina air mata buaya
138.Aida paksaan untuk menari
139.Viola mimpi buruk
143.Maura kutukan bedera tua
144.Rosa rahasia lumba-lumba putih
145.Diana Salah sangka
146.Tina bintang layar putih

147.Micky kau harus memilih
149.Tina gadis gadis cuek
150.Felix si anak rubah
154.Lumba2 jenaka

12. ASTERIX
MAWAR DAN PEDANG BERMATA 2

NEGERI DEWA-DEWA

ASTERIX DI BELGIA

ASTERIX DAN SABIT EMAS

HADIAH DARI CAESAR
14. KOMANDO
01. KONVOI

02. DOKUMEN RAHASIA

04. SERIGALA HITAM

05. PENCULIKAN

06. PESTA BUNGA API BALKAN
15. TRIGAN
04. SENJATA RAHASIA
09. MENCARI KOTA DORANA
17. LORIS LIAR
20. PLANET KAUM BUANGAN
21. MAHLIGAI MAUT
22. ANCAMAN MAUT DARI ANGKASA
23. DUEL DENGAN CATO
16. TANGUY AND LAVERDURE
PENYABOTAN KE ISRAEL

MISI KE KUTUB UTARA

DEMI KEHORMATAN
PEMBAJAKAN DC 8
KEMELUT DI SAHARA

BAHAYA DI MURUROA
TUJUAN PASIFIK

PERTEMPURAN DI PADANG PASIR

NERAKA DI KUTUB UTARA

PENDIDIKAN PARA ELANG
17. YALEK
01. MISTERI ISTANA PULAU KARANG

2. DENDAM KESUMAT SI MATA API

3. WILAYAH KEKUASAAN SETAN

04. PUKULAN MAUT UNTUK MINERVA

05. DAERAH TERLARANG

06. MUSUH DALAM SELIMUT
KOMIK EROPA SADURAN
THE SIX MILLION DOLLAR MAN
PULAU NERAKA
KIKY GANIARTA UP SASTRA KUMALA TH 1979
17. SOPHIE
MISURIND
KOTAK KETOK OTOMATIS

++KOMIK INDONESIA++
RA KOSASIH
R.A. Kosasih adalah bapak komik Indonesia. Melalui tangannya lahir karya-karya wayang paling terkenal yang pernah diterbitkan di negeri ini. Mahabharata dan Ramayana adalah beberapa diantaranya. Beliau pula yang menjadi perintis jalan bagi berkembangnya industri komik di tanah air, menjadi inspirator bagi banyak komikus dari generasi ke generasi. Galeri berikut sekedar menampilkan sedikit dari keseluruhan karya yang ada.
RAMAYANA

BHARATAYUDHA

CANDRA BIRAWA A+B

DAMAR WULAN
RAJA TANPA MAHKOTA
GANES TH
TJISADANE

TUAN TANAH KEDAUNG

HASMI



MEREBUT KOTA PERJUANGAN
GUNDALA
BENTROK JAGO-JAGO DUNIA

TEGUH SANTOSA
CALONG ARANG

ISTANA DARAH
ANYER PANARUKAN
SERI MAHABHARATA
05. PERSEMAIAN MALAPETAKA

06. GEJOLAK REMAJA HASTINA

08. BALAI MALAPETAKA
HAR
IGOR - MAYAT SOMORA NO.3 UP SASTRA KUMALA TH 1978

KAZAR - PAHLAWAN RIMBA PURBA
ANEKA RIA ANAK TH 1979
JAN MINTARAGA
SERI RAMAYANA
MISURIND
02. CUPU MANIK ASTAGINA
04. MAHESA JATHASURA

06. SUGRIWA RAJA KISKENDA

08. RAMAWIJAYA

09. RAMA BUANG
INDRA BAYU

KAPTEN HALILINTAR
GHORGON
MAN
SETAN LIAR
ANTON
ZARKO
EMA WARDHANA
TANGAN SETAN
PRAHARA DI MALANG SELATAN
GARUDA PERKASA DARI MATARAM
(tar diupdate lage ... cape dee :P)
Koleksi Komik
Komik adalah suatu bentuk seni yang menggunakan gambar-gambar tidak bergerak yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk jalinan cerita. Biasanya, komik dicetak di atas kertas dan dilengkapi dengan teks. Komik dapat diterbitkan dalam berbagai bentuk, mulai dari strip dalam koran, dimuat dalam majalah, hingga berbentuk buku tersendiri.
Daftar isi |
Terminologi
Di tahun 1996, Will Eisner menerbitkan buku Graphic Storytelling, dimana ia mendefinisikan komik sebagai "tatanan gambar dan balon kata yang berurutan, dalam sebuah buku komik." Sebelumnya, di tahun 1986, dalam buku Comics and Sequential Art, Eisner mendefinisikan eknis dan struktur komik sebagai sequential art, "susunan gambar dan kata-kata untuk menceritakan sesuatu atau mendramatisasi suatu ide".
Dalam buku Understanding Comics (1993) Scott McCloud mendefinisikan seni sequential dan komik sebagai "juxtaposed pictorial and other images in deliberate sequence, intended to convey information and/or to produce an aesthetic response in the viewer".
Para ahli masih belum sependapat mengenai definisi komik. sebagian diantaranya berpendapat bahwa bentuk cetaknya perlu ditekankan, yang lain lebih mementingkan kesinambungan image dan teks, dan sebagian lain lebih menekankan sifat kesinambungannya (sequential). Definisi komik sendiri sangat supel karena itu berkembanglah berbagai istilah baru seperti:
- Picture stories – Rodolphe Topffer (1845)
- Pictorial narratives – Frans Masereel and Lynd Ward (1930s)
- Picture novella – dengan nama samaran Drake Waller (1950s).
- Illustories – Charles Biro (1950s)
- Picto-fiction – Bill Gaine (1950s)
- Sequential art(graphic novel) – Will Eisner (1978)
- Nouvelle manga – Frederic Boilet (2001)
Untuk lingkup nusantara, terdapat sebutan tersendiri untuk komik seperti diungkapkan oleh pengamat budaya Arswendo Atmowiloto (1986) yaitu cerita bergambar atau disingkat menjadi cergam yang dicetuskan oleh seorang komikus Medan bernama Zam Nuldyn sekitar tahun 1970. Sementara itu Dr. Seno Gumira Ajidarma (2002), jurnalis dan pengamat komik, mengemukakan bahwa komikus Teguh Santosa dalam komik Mat Romeo (1971) mengiklankannya dengan kata-kata "disadjikan setjara filmis dan kolosal" yang sangat relevan dengan novel bergambar.
Istilah cerita bergambar
Akronim cerita bergambar, menurut Marcell Boneff mengikuti istilah cerpen (cerita pendek) yang sudah lebih dulu digunakan, dan konotasinya menjadi lebih bagus, meski terlepas dari masalah tepat tidaknya dari segi kebahasaan atau etimologis kata-nya.
Tetapi menilik kembali pada kelahiran komik, maka adanya teks dan gambar secara bersamaan dinilai oleh Francis Laccasin (1971) sebagai sarana pengungkapan yang benar-benar orisinal. Kehadiran teks bukan lagi suatu keharusan karena ada unsur motion yang bisa dipertimbangkan sebagai jati diri komik lainnya.
Karena itu di dalam istilah komik klasik indonesia, cerita bergambar, tak lagi harus bergantung kepada cerita tertulis. Hal ini disebut Eisner sebagai graphic narration (terutama di dalam film & komik).
Posisi komik di dalam seni rupa
Komik menurut Laccasin (1971) dan koleganya dinobatkan sebagai seni ke-sembilan. Walaupun sesungguhnya ini hanya sebuah simbolisasi penerimaan komik ke dalam ruang wacana senirupa. Bukanlah hal yang dianggap penting siapa atau apa saja seni yang kesatu sampai kedelapan.
Menurut sejarahnya sekitar tahun 1920-an, Ricciotto Canudo pendiri Club DES Amis du Septième Art, salah satu klub sinema Paris yang awal, seorang teoritikus film dan penyair dari Italia inilah yang mengutarakan urutan 7 kesenian di salah satu penerbitan klub tersebut tahun 1923-an. Kemudian pada tahun 1964 Claude Beylie menambahkan televisi sebagai yang kedelapan, dan komik berada tepat dibawahnya, seni kesembilan.
Thierry Groensteen, teoritikus dan pengamat komik Perancis yang menerbitkan buku kajian komiknya pada tahun 1999 berjudul "Système de la bande dessinée (Formes sémiotiques)" yang akan terbit tahun 2007 menjadi "The System of Comics". Ia berbicara definisi seni kesembilan dalam pengantar edisi pertama majalah "9e Art" di Perancis. Menurutnya, yang pertama kali memperkenalkan istilah itu adalah Claude Beylie. Dia menulis judul artikel, "La bande dessinee est-elle un art?", dan seni kesembilan itu disebut pada seri kedua dari lima artikel di majalah "Lettres et Medecins", yang terbit sepanjang Januari sampai September 1964.
Baru kemudian pada tahun 1971, F. Laccasin mencantumkan komik sebagai seni kesembilan di majalah "Pour un neuvieme art", sebagaimana yang dikutip oleh Marcel Boneff pada 1972 di dalam Komik Indonesia .
Aliran yang dikenal
Komik Amerika
Komik Asia
Komik Eropa
- Agen polisi 212
- Agen 327
- Arad dan Maya
- Asterix
- Bob Napi Badung
- Lou
- Lucky Luke
- Steven Sterk
- Storm
- Smurf
- Tanguy and Laverdure
- Tintin
- Trigan
Sejarah Komik Indonesia
Generasi 1930an
Merujuk kepada Boneff maka komik Indonesia pada awal kelahirannya dapat di bagi menjadi dua kategori besar, yaitu komik strip dan buku komik. Kehadiran komik-komik di Indonesia pada tahun 1930an dapat ditemukan pada media Belanda seperti De Java Bode dan D’orient dimana terdapat komik-komik seperti Flippie Flink and Flash Gordon. Put On,seorang peranakan Tionghoa adalah karakter komik Indonesia yang pertama-tama merupakan karya Kho Wan Gie yang terbit rutin di surat kabar Sin Po. Put On menginspirasi banyak komik strip lainnya sejak tahun 30an sampai 60-an seperti pada Majalah Star(1939-1942) yang kemudian bertukar menjadi Star Weekly. Sementara itu di Solo, Nasroen A.S. membuahkan karya komik stripnya yang berjudul Mentjcari Poetri Hidjaoe melalui mingguan Ratu Timur. Di awal tahun 1950-an, salah satu pionir komik bernama Abdulsalam menerbitkan komik strip heroiknya di harian Kedaulatan Rakyat, Yogyakarta, salah satunya berjudul “Kisah Pendudukan Jogja”, bercerita tentang agresi militer Belanda ke atas kota Yogyakarta. Komik ini kemudian dibukukan oleh harian “Pikiran Rakyat” dari Bandung. Sebagian pengamat komik berpendapat bahwa inilah buku komik pertama-tama oleh artis komik Indonesia.
Generasi 1940-50an
Sekitar akhir tahun 1940an, banyak komik-komik dari Amerika yang disisipkan sebagai suplemen mingguan suratkabar. Diantaranya adalah komik seperti Tarzan, Rip Kirby, Phantom and Johnny Hazard. Kemudian penerbit seperti Gapura dan Keng po dari Jakarta, dan Perfects dari Malang, mengumpulkannya menjadi sebuah buku komik. Ditengah-tengah membanjirnya komik-komik asing, hadir Siaw Tik Kwei, salahs seorang komikus terdepan, yang memiliki teknik dan ketrampilan tinggi dalam menggambar mendapatkan kesempatan untuk menampilkan komik adapatasinya dari legenda pahlawan Tiongkok ‘Sie Djin Koei’. Komik ini berhasil melampaui popularitas Tarzan di kalangan pembaca lokal. Popularitas tokoh-tokoh komik asing mendorong upaya mentransformasikan beberapa karakter pahlawan super itu ke dalam selera lokal. R.A. Kosasih, yang kemudian dikenal sebagai Bapak Komik Indonesia, memulai karirnya dengan mengimitasi Wonder Woman menjadi pahlawan wanita bernama Sri Asih. Terdapat banyak lagi karakter pahlawan super yang diciptakan oleh komikus lainnya,diantaranya adalah Siti Gahara, Puteri Bintang, Garuda Putih and Kapten Comet, yang mendapatkan inspirasi dari Superman dan petualangan Flash Gordon.
Generasi 1960-70an
Adapatasi dari komik asing dalam komik Indonesia mendapatkan tentangan dan kritikan dari kalangan pendidik dan pengkritik budaya. Karena itu penerbit seperti Melodi dari Bandung dan Keng Po dari Jakarta mencari orientasi baru dengan melihat kembali kepada khazanah kebudayaan nasional. Sebagai hasil pencarian itu maka cerita-cerita yang diambil dari wayang Sunda dan Jawa menjadi tema-tema prioritas dalam penerbitan komik selanjutnya. R.A. Kosasih adalah salah seorang komikus yang terkenal keberhasilannya membawa epik Mahabharata dari wayang ke dalam media buku komik. Sementara itu dari Sumatra, terutamanya di kota Medan, terdapat pionir-pionir komikus berketrampilan tinggi seperto Taguan Hardjo, Djas, dan Zam Nuldyn, yang menyumbangkan estetika dan nilai filosofi ke dalam seni komik. Di bawah penerbitan Casso and Harris, artis-artis komik ini mengeksplorasi cerita rakyat Sumatra yang kemudian menjadi tema komik yang sangat digemari dari tahun 1960an hingga 1970an.
Banyak dipengaruhi komik-komik dengan gaya Amerika, Eropa, dan Tiongkok. Sebagian besar memanfaatkan majalah dan koran sebagai medianya, meskipun beberapa karya seperti Majapahit oleh R.A. Kosasih juga mendapatkan kesempatan untuk tampil dalam bentuk buku.
Tema yang banyak muncul adalah pewayangan, superhero, dan humor-kritik.
- Abdillah
- Budijanto Suhardiman
- Ganes Th
- Hasmi
- Jan Mintaraga
- Jeffry (Iwan Suhardi)
- Johnlo (Djoni Lukman)
- R.A. Kosasih
- Simon Iskandar
- Kho Wan Gie alias Sopoiku
- Wid NS
- Zaldy Armendaris
- Dwi Koendoro
Generasi 1990-2000an
Ditandai oleh dimulainya kebebasan informasi lewat internet dan kemerdekaan penerbitan, komikus mendapat kesempatan untuk mengeksplorasi gayanya masing-masing dengan mengacu kepada banyak karya luar negeri yang lebih mudah diakses. Selain itu, beberapa judul komik yang sebelumnya mengalami kesulitan untuk menembus pasar dalam negeri, juga mendapat tempat dengan maraknya penerbit komik bajakan.
Selain itu beberapa penerbit besar mulai aktif memberikan kesempatan kepada komikus muda untuk mengubah image komik Indonesia yang selama ini terkesan terlalu serius menjadi lebih segar dan muda.
Ada dua aliran utama yang mendominasi komik modern Indonesia, yaitu Amerika (lebih dikenal dengan comics) dan Jepang (dengan stereotype manga).
Aliran Amerika
Komikus yang memilih style ini kebanyakan memang mereferensikan karya mereka pada komikus-komikus Amerika. Sebagian dari mereka bahkan ada yang bekerja untuk produksi komik Amerika. Beberapa komikus yang bisa dikatakan beraliran gaya Amerika antara lain
Catatan: List ini mempertimbangkan konsistensi minimal sampai 2007
Aliran Jepang
Komikus yang menggunakan aliran ini sangat diuntungkan dengan berkembangnya komunitas di Internet. Beberapa situs seperti julliedillon.net, howtodrawmanga.com, dan mangauniversity memuat banyak informasi pembuatan manga. Hal ini juga membuat ciri utama komikus Indonesia dengan aliran gambar Jepang, yaitu kebanyakan nama pengarangnya disamarkan dengan nickname masing-masing di dunia maya. Kemungkinan hal inilah yang menyebabkan sulitnya mengetahui jumlah tepatnya komikus lokal. Beberapa pengarang komik yang aktif mengeluarkan karya dengan gaya ini adalah:
- Anthony Ann dengan nama samaran lainnya: Sentimental Amethyst
- Anzu Hizawa
- Is Yuniarto dan John G.Reinhart
Catatan: List ini mempertimbangkan konsistensi minimal sampai 2007
Beberapa Studio Komik juga pernah membuat karya-karya yang berciri aliran Jepang, antara lain
Catatan: List ini mempertimbangkan konsistensi minimal sampai 2007
Komik Independen
Diawali dengan semangat untuk melawan hegemoni komik-komik dari luar Indonesia, muncullah komik-komik independen (lokal). Mencoba tampil berbeda, membuat gaya gambar lebih variatif dan eksperimental. Banyak komikus-komikus indie (independen) mengandalkan mesin fotokopi untuk penggandaan karya-karya mereka. Sistem distribusi paling banyak dilakukan di pameran komik, baik dengan jalan jual-beli atau barter antarkomikus. Tak jarang ada komikus yang menghalalkan karyanya untuk diperbanyak dan disebarluaskan, dengan motto 'copyleft' (lawan dari copyright atau hak cipta). Tentunya tidak untuk tujuan komersil.
Beberapa studio komik Independen antara lain:




















































































































